SANTRI SALAF MENGUPAS TUNTAS KAJIAN KEISLAMAN Shalawat sebagai Lantaran Doa | KISS BLOG >

GUDANG MAKALAH

Shalawat sebagai Lantaran Doa

Sungguh anugerah yang sangat besar kita hidup dalam keadaan Islam, tak ada bandingnya kita yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Sebagai umatnya kekasih Allah SWT.

Sudah tercatat sebelumnya pada zaman azali bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad SAW. Yang pada detik ini engkau duduk dengan manis menghadap sebuah layar yang terhubung keseluruh dunia untuk mengucapkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW. اللهم صل على وسلم على سيدنا محمد . ucapkanlah dengan ikhlas.

Saudara-saudaraku penting sekali bagi kita untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Penting bukan berarti mendoakan sang pemimpin kita agar beliau selamat di akhirat. Karena sesungguhnya tanpa doa kita semua pun beliau tetap berada di sisi Allah SWT. Sebab Nabi Muhammad adalah kekasih Allah SWT. Pentingnya bersalawat adalah agar ucapan tadi berubah menjadi barakah yang kembali kepada si pembaca. Membaca shalawat ibarat menuangkan air kedalam gelas yang sudah terisi penuh dan air yang muntah akan menyebar hingga mengenai orang yang menuangkan.

Membaca salawat ke[ada Nabi merupakan sebuah lantaran doa kita kepada Allah SWT. Yang menjadikannya doa kita diterima oleh Allah SWT.

Analogi
Ada dua orang anak, yang satu disayang oleh orang tuanya dan yang satunya lagi biasa saja bahkan agak dibenci oleh orang tuanya. Anak yang disayang selalu diberi ketika ia meminta sesuatu kepada orang tuanya. Tanpa pikir panjang orang tua tersebut langsung memberinya berapapun besarnya yang Yudi minta (sebut saja Yudi adalah anak yang disayang). Namun ketika Kharis yang dibenci orang tuanya meminta sesuatu kepada orang tuanya selalu ada perasaan yang mengganjal pada diri orang tuanya. Mereka selalu mikir dua kali untuk memberinya bahkan terkadang tidak diberi. Sungguh malang sekali nasibmu Kharis?

Suatu ketika Kharis minta uang kepada ibunya. Dengan akal yang cerdik Kharis berkata :"Bu.. saya minta uang lima ratus ribu buat Yudi yang sedang sakit, dia butuh berobat". Kemudian Kharis menemui Yudi dan berkata "Yud..aku dapat uang lima ratus ribu dari ibu". Tersentak kaget hati Yudi "Ko' bisa?" ia merasa heran. "Aku minta uang kepada ibu mengatasnamakan dirimu yang sedang sakit dan ibupun mengasihnya. coba kalau terus terang uang itu untuk saya pasti tidak akan dikasih. dan sekarang kamu tidak sakit maka kamu tidak butuh unag ini bukan? Kharis menjelaskan panjang lebar. "Iya,, silahkan ambil saja uang itu untukmu" saut Yudi.

Saudaraku..... kita tidak tahu apakah kita termasuk yang disayang Allah? atau justru sebaliknya kita adalah yang dilaknat Allah, Naudzubillah min dzalik.... sepintas kita melihat amal ibadah kita yang belum tentu diterima tetapi maksiat kita selalu bertambah, apakah kita pantas termasuk orang yang disayang Allah? Merasalah bahwa kita adalah orang yang paling hina, lemah, tak berdaya, tak pantas dipuji Allah.

Saudaraku seandainya kita adalah orang yang tidak disayang Allah -oleh sebab amal kita yang amburadul- seperti halnya Kharis dalam cerita di atas yang tak disayang orang tuanya, logikanya Allah SWT enggan mendengarkan dan mengabulkan permintaan kita. tetapi apabila kita berdoa mengatasnamakan Nabi Muhammad SAW dengan senantiasa iringan shalawat kepadanya seperti halnya Kharis mengatasnamakan Yudi insyaAllah, Allah akan mengabulkan doa kita.

Saudaraku,.......perbanyaklah baca shalawat, terlebih sekarang adalah bulan Maulid.
Title : Shalawat sebagai Lantaran Doa
Description : Sungguh anugerah yang sangat besar kita hidup dalam keadaan Islam, tak ada bandingnya kita yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Seb...

0 Response to "Shalawat sebagai Lantaran Doa"

Contact me

Isi Pesan*

*wajib diisi

Gadget